APA AKU HARUS MENULIS SEPERTI INI
Lagi-lagi aku bingung sendiri. Menunggu bagian warisan istri, yang bisa kupinjam untuk modal usaha namun tak kunjung jua. Syukurlah disaat ayah tlah tiada tak satupun harta yang ayah ditinggalkan kecuali ketiga adikku itu.Namun ibuku yang kini janda masih harus berjuang meneruskan cita-cita sang suami untuk menikahkan kedua adikku yang masih lajang itu. Aku yang sudah mempunyai tiga orang putri dan jauh dari ibu masih terus berjuang sampai darah penghabisan tentunya diatas semua ihktiyar dan usaha itu. Namun ketahuilah, aku akan selalu hadir untuk kalian adikku aku pasti berada digaris depan untuk meneruskan cita-cita ayah dan ibu. doakan saja abang sukses dan banyak uang sehingga kelak jika keinginan kalian untuk menikah abang berjanji untuk membantu kalian. Kalian, kalianlah harta paling indah yang diwariskan ayah untukku, ibu.
Yang ini kalian juga harus tau. Zaman drastis berubah menjadi gila. Gila bagi mereka yang larut dalam irama teknologi dan gila pada mereka yang tak tau diri tak sopan sembrono tak tau malu mengumbar aurat bagi wanita membebaskan syahwat dijalan yang salah bagi kaum pria. Ini untuk kalian, adikku. Jangan humbar burungmu pada wanita yang mencintaimu. Cinta itu bukan hanya bermain dalam nada syahwat yang kalian punya. Cinta itu berada ditempat yang tinggi untuk derajatmu sebagai pria sejati yang mengerti artinya hidup harus saling memberi dan mencinta namun tak salah aturan. Atau bila tak sanggup kalian seperti yang tersebut, juga yang dikata para pecinta sastra islami. Katakan padaku, abang kalian. Wanita mana yang menyita jiwamu akan kuwakilkan peran ayah untuk meminang dan mengawinkannya untukmu. Satu pesanku jangan umbar burungmu.
Satu lembar ini harus selesai untuk kalian. kaliankan tau selain tapak dan rumah selama lebih dari 25 tahun lalu sampai sekarang ayah tak meninggalkan apapun pada kita. jangan ribut untuk urusan itu dan jangan kalian sesali. Yang perlu kalian tau berpura-puralah kalian tersenyum pada ibu seakan kalian tak pernah kehilangan ayah suaminya sehingga tak menjadi beban hidupnya sholat tak perlu ibu yang minta sudah kewajiban kita sebagai muslim. Mendoakan bagi mereka yang sudah tiada itu namanya sesama. Apalagi tak lepas tangan kita menjabat ketetapan illahi tentang makna sesungguhnya arti doa anak untuk ayah yang tlah tiada. kalian cari sendirilah perumpamaannya.
Yang pasti aku, Yah!. Ikhlas menerima ajal menjemputmu waktu itu. Kutanamkan ajjam untuk menjaga adikku agar engkau tetap tersenyum bersama kami selalu. Yah, kami semua sehat wal afiat tak kurang satu apapun begitu juga dengan istrimu yang kami tau rambutnya kini tlah beruban namun senyumnya masih sama seperti yang ayah lihat waktu gadis dulu. Begitu pula dengan ketiga cucumu dariku. Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia dan Putri Sabrina Salsabila mereka akan menambah penyemangat ibu menjadi penawar sedingin hati ibu memastikan kalau ayah tak pernah sendiri. Amiin.